"Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikanNya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu" QS. Al-Baqarah: 29
Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Allah juga menjadikan segala sesuatu yang ada di bumi adalah untuk manusia. Manusia berhak atas segala sesuatu yang ada di bumi. Namun, apakah keistimewaan itu lantas membolehkan manusia bertindak semaunya terhadap apa yang telah Allah anugerahkan pada makhlukNya?
Karena Allah telah menjadikan segala sesuatu yang ada di bumi untuk manusia, maka manusia adalah 'majikan' bagi segala sesuatu itu. Majikan yang baik adalah majikan yang memperlakukan bawahannya dengan adil dan sesuai. Bagaimana majikan memperlakukan alam, merawat dan menjaga. Bukan berarti majikan bisa seenaknya berlaku pada para bawahannya.
Sekali lagi, manusia merupakan 'majikan'. Namun tak jarang sekarang manusia malah diperbudak oleh barang-barang bikinan mereka sendiri atas kuasa Allah. Betapa banyak manusia yang lalai dari mengingat Rabbnya karena barang-barang elekrtonik seperti smartphone atau laptop milik mereka. Atau banyak juga manusia yang diperbudak oleh uang ataupun jabatan. Na'udzubillahi mindzaalik.
Sebagai rasa syukur kepadaNya, alangkah indahnya bila hidup kita senantiasa dihiasi dengan ibadah padaNya. Banyak mengingatNya, dan selalu memanfaatkan anugerahNya dengan baik dan sebijak-bijaknya.
Hidup adalah pilihan. Bagaimana kita memperlakukan sesuatu di sekitar kita adalah pilihan. Berpikir sebelum bertindak, apa saja yang akan terjadi bila hal tersebut dilakukan. Akankah merusak atau tidak. Bukankah hal itu sangat penting bagi kita dan generasi yang akan datang?
wallahua'lam bishowab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar