Kamis, 27 November 2014

Dakwah dengan Cara Lain

Jika kebanyakan orang berpikir bahwa berdakwah dan mendakwahkan agama Allah adalah hal yang berat, kapan perjuangan seorang muslim itu dimulai?
Ternyata, berdakwah punya banyak cara. Tak harus dengan berkata-kata dengan lantang di hadapan banyak orang. Tak harus dengan orasi yang menggetarkan banyak hati. Namun, berbagai cara juga bisa digunakan. Seperti yang beberapa hari ini terjadi di sekitarku.

Yang pertama, sepekan yang lalu aku dan beberapa teman pergi untuk memenuhi panggilan hati ke sebuah perkumpulan. Saat itu, kami belajar apa arti berbagi dan memulai. Tanpa berkata-kata, kami mengambil alih sapu, alat pel dan semacamnya. Kami mulai menggerakkan mereka di atas lantai yang dipenuhi genangan air hujan. Memulai kebaikan bersama ternyata menyenangkan. Dengan demikian, kami bisa mengajak tanpa harus berkata-kata. Akhirnya, kamipun diikuti banyak orang walaupun tak semuanya ikut turun.

Dari hal tersebut, aku pribadi belajar bahwa bagaimana kebaikan sebenarnya mudah untuk dilaksanakan. Banyak peluang kita untuk berbuat baik. Bukan hanya dengan mengajak dan membiarkan kesempatan berlalu begitu saja. Namun, bagaimana kita juga ikut dalam kebaikan itu. Melakukan bersama-sama dan menjadikan pekerjaan lebih ringan. Bagaimana kita bisa turun tangan dalam kebaikan. Menyenangkan.

Dakwah. Memanggil kepada kebaikan. tak harus dengan berkata-kata. Karena sesungguhnya aksi kitapun juga sangat diperlukan dalam kebaikan. :)

Yang kedua. HAI peserta OIC MAN INSAN CENDEKIA... Akhir-akhir ini, sekolahku mengikuti sebuah kompetisi yang lumayan menantang. OIC. Olimpiade Indonesia Cerdas yang diselenggarakan di RTV. Kami adalah satu-satunya madrasah yang ikut olimpiade ini. Berbabak-babak telah kami lalui dan hari ini adalah babak terakhir dari kompetisi ini. Babak final, melawan SMAN 1 Depok dan SMAN 28 Jakarta.

Dengan mengikuti kompetisi ini, kami berharap kami bisa menaikkan nama Islam ke tempat yang lebih tinggi. Membuktikan kepada masyarakat bahwa Islam sangat mampu dan Islam tak akan kalah dengan yang lain. Kami Madrasah, tapi kami tak boleh kalah. Nama Islam ada di pundak kami. Jika kami yang menjadi perwakilan Islam berjaya, maka berjayalah pula nama Islam.

Berdakwah adalah bagaimana kita mengajak. Mengajak tak hanya denga kata-kata. Mengajak bisa dengan hal semacam di atas. Membawa syiar Islam dan membuktikan bahwa Islam itu baik, Islam mampu dan Islam tak akan kalah. Memberikan pengaruh yang positif kepada masyarakat tentang Islam.

Sabtu, 22 November 2014

PERINGATAN

Sebuah percakapan, antara aku dan seorang teman dekatku yang aku kunjungi beberapa waktu yang lalu, membuka kembali lembaran-lembaran dalam hati ini (ecie..). Peringatan halus tanda kepeduliannya terhadap teman-teman seperjuangannya yang telah lama tak bertemu. Kecil sih, cuma ngobrol ringan sambil bercanda.. tapi, bener deh. Waktu itu aku bener-bener dibuat mikir lagi, apa aku bener ya?

Ini nih, sebagian obrolanku..

Waktu itu, di tempat itu.. lagi ada pembangunan gedung. Jadi banyak pak tukang berkeliaran. Namanya juga pak tukang, pasti laki-laki kan? (Yaiyalaah).. Aku inget banget, apa peraturan yang berlaku di tempat itu. Yang umum sih. Em, tapi peraturan itu emang bener dan syar'i kok. Bisa mengajarkan aku banyak hal..
Ah, langsung aja deh.. salah satu peraturan itu adalah pake jaurab dan menutup aurat. Apalagi sama lawan jenis. Eh, tau kan apa itu jaurab? Yap, jaurab itu kaos kaki. Kaki kan termasuk aurat bukan? (Buat perempuan).
Jadi, waktu itu aku mau nyari orang di tempat yang sedikit berair. Sebutlah, deretan kamar mandi. Hehe. Otomatis, aku lepas jaurab kan. Tapi waktu itu gak ada tukang deh, bener.. aku langsung nyari ke tempat yang tadi kan. Eh, ternyata orangnya malah gak ada. Yaudah, aku balik lagi tanpa pake jaurab. Ada tukang ternyataa. Tapi aku biasa aja. Akhirnya..
"Fid, kamu masih pake jaurab gak sih?" (Maksudnya pake di sini, tetep pake walaupun gsk lagi di tempat itu (?))
"masih kok, masih"
"yaudah, itu ada ummal (tukang), kenapa gak kamu pake itu jaurabnyaa?"
ini nih, teguran halus buat semua. Istiqamah menjaga kebaikan itu memang sulit. Tapi, kebenaran dan kebaikan, pasti manis banget hasilnya kalau benar-benar istiqamah jalaninnya.
Terkadang, kebaikan itu dimulai dari peraturan yang berlaku di sebuah tempat atau keadaan. Awalnya memang berat menerima. Tapi, rasakan manisnya manfaat dari peraturan itu sendiri. Banyak banget hikmah yang bisa diambil dari sebuah peristiwa..

Tetap semangat istiqamah dalam kebaikan!! :)

Senin, 17 November 2014

BIOGRAFI JOSEPH STALIN



Losif Vissarionovich Dzugashvili, Dunia mengenalnya dengan Joseph Stalin (1879-1953), yang bertahun-tahun jadi diktator proletariat Uni Soviet. Dilahirkan tahun 1879 di kota Gori, Georgia di Kaukasus dan bahasa asalnya pun Georgia, yang jauh berbeda dengan bahasa Rusia. Baru belakangan bahasa Rusia dipelajarinya, tetapi tiap ngomong, aksen Georgianya tak pernah lenyap. Dia dibesarkan dalam suasana miskin papa. Ayahnya tukang sol sepatu yang gemar mabuk dan menggebuki anaknya sampai melintir. Ayah pemabuk ini meninggal tatkala Iosif berumur sebelas tahun.

Selagi muda Iosif belajar di sekolah gereja di kota Gori dan sesudah menginjak umur belasan dia masuk seminari teologi di Tiflis. Tetapi, tahun 1899 dia ditendang keluar seminari karena dituduh "menyebar pikiran-pikiran subversif." Maka bergabunglah ia dengan gerakan Marxis bawah tanah, dan di tahun 1903, tatkala ada perpecahan dalam tubuh partai, dia memihak kelompok Bolshevik. Hingga tahun 1917 dia merupakan anggota partai yang gigih dan giat, ditahan tak kurang enam kali. (Tetapi, umumnya hukuman yang menimpanya tidak berat. Lebih dari satu kali dia mencoba melarikan diri dari tahanan. Ada dugaan, ada masa singkat dimana sebetulnya dia merupakan agen ganda). Di masa inilah dia mulai pakai nama samaran yang sedap dan cocok: Stalin, orang yang terbuat dari baja.

Stalin tidak pegang peranan menentukan dalam revolusi tahun 1917. Tetapi, dia amat aktif dalam masa dua tahun berikutnya, dan di tahun 1922 dia menjadi Sekretaris Jendral Partai Komunis. Kedudukan ini membuka kesempatan luas baginya menggunakan pengaruh terhadap jalannya administrasi partai dan sekaligus merupakan faktor utama dalam pergulatan menuju puncak kekuasaan sesudah Lenin meninggal dunia.

Jelas sekali, Lenin cenderung agar penggantinya Leon Trotsky. Nyatanya, dalam testamen politiknya Lenin menandaskan bahwa Stalin terlampau keras dan mesti disingkirkan dari kedudukan Sekretaris Jendral partai. Tetapi, sesudah Lenin tiada di awal tahun 1924, Stalin menggantikannya seraya menyembunyikan testamen Lenin. Lebih jauh dari itu, Stalin berhasil menggalang kekuatan bersama Lev Kamenev dan Grigori Zinoviev, dua anggota penting politbiro, dan membentuk troika atau triumvirate. Bersama-sama mereka berhasil mengalahkan Trotsky dan para pengikutnya. Kemudian Stalin --seorang genius dalam hal perkelahian geser-menggeser dalam kelompok-- berbalik menghadapi Zinoviev dan Kamenev serta menyingkirkan kedua mereka. Sesudah berhasil mengalahkan "oposisi sayap kiri" (misalnya: Trotsky, Kamenev, Zinoviev dan pengikutnya) dalam perebutan kekuasaan, Stalin meneruskan menerima beberapa usul-usul politik mereka. Tak lama sesudah itu, Stalin menghadapi "sayap kanan" dari partai Komunis --sekutu sementaranya-- dan mengalahkan mereka pula. Menjelang awal tahun 1930-an, dia sudah menjadi diktator tunggal di Uni Soviet.

Dari kedudukan yang penuh kuasa ini, mulai tahun 1934, Stalin melancarkan serentetan pembersihan. Peristiwa yang sedikitnya bisa dianggap awal dari tindak pembersihan itu adalah pembunuhan yang terjadi tanggal 1 Desember 1934 atas diri Sergei Kirov, pejabat tinggi Komunis dan salah seorang penasihat Stalin. Besar kemungkinan, Stalin sendiri yang memerintahkan pembunuhan itu, sebagian untuk menyingkirkan Kirov, tetapi tampaknya lebih ditujukan untuk menyembunyikan langkah-langkah pembersihan lebih lanjut.

Tahun-tahun berikutnya, sejumlah besar orang-orang yang pernah jadi tokoh pimpinan partai Komunis di masa revolusi 1917, dan mereka yang berada di bawah pemerintahan Lenin, dituduh pengkhianat oleh Stalin dan dihukum. Banyak diantara mereka yang melakukan pengakuan terbuka di depan pengadilan rakyat. Ini sama saja dengan misalnya Thomas Jefferson, ketika jadi Presiden, menangkap sebagian besar para penandatangan Deklarasi Kemerdekaan dan menghukum mereka sesudah mereka "mengaku" di depan pengadilan umum. Di tahun 1938, orang yang mengepalai permulaan langkah pembebasan, Genrikh Yagoda, juga di bawa ke depan pengadilan, mengaku telah berkhianat dan segera dihukum mati. Juga penggantinya Nicolai Yehzov mengalami nasib serupa.

Pembersihan di pertengahan tahun 1930-an meluas ke segenap tubuh partai Komunis dan Angkatan Bersenjata, dan pembersihan itu tidaklah semata ditujukan kepada masalah anti-Komunis dan kontra revolusioner. Stalin lebih sukses dalam hal membunuh kaum Komunis ketimbang yang dilakukan oleh polisi Czar sendiri. Contohnya, dari anggota Central Komite Partai Komunis yang terpilih tahun 1934, lebih dari dua pertiganya dibunuh pada saat pembersihan berikutnya. Dari langkah-langkah ini jelas sudah, motif utama Stalin adalah membuka kemungkinan buatnya mendirikan satu kekuatan yang berdiri sendiri di dalam negeri. Ironisnya, justru pada saat hebat-hebatnya pembersihan inilah Stalin mengeluarkan konstitusi baru Uni Soviet yang disebut demokratis.

Diantara politik ekonomi yang ditegaskan Stalin adalah kolektivisasi paksa sektor pertanian; politik ini amat tidak populer di kalangan petani dan banyak diantara mereka menentangnya. Di awal tahun 1930-an, dengan perintah Stalin, berjuta-juta petani dibunuh atau dibiarkan mati kelaparan. Dan pada akhirnya politik ini berhasil. Secara ekonomi, sektor pertanian Uni Soviet boleh dibilang terbelakang sejak saat itu.

Politik Stalin lainnya adalah mendorong cepatnya industrialisasi. Ini terselesaikan sebagian lewat serentetan "Rencana Pembangunan Lima Tahun"-nya yang kemudian banyak ditiru oleh negeri-negeri di luar Uni Soviet. Di samping pelbagai ketidak-efesienan, politik industrialisasi Stalin bisa dibilang membawa perbaikan dan sukses. Kendati besarnya kehilangan material yang diderita oleh Uni Soviet dalam Perang Dunia ke-2,Uni Soviet keluar dari perang itu sebagai negara industri terbesar kedua di dunia.

Bulan Agustus 1939 Hitler dan Stalin menandatangani perjanjian "tidak saling menyerang" yang masyhur. Dalam tempo dua minggu, Hitler menyerbu Polandia dari arah barat, dan beberapa minggu kemudian Uni Soviet menyerbu dari lambung timur, dan menduduki sebagian daripadanya. Di ujung tahun itu pula Uni Soviet mengancam tiga negeri yang merdeka: Latvia, Lithuania, dan Estonia dengan kekuatan
senjata. Ketiganya menyerah tanpa perlawanan dan dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Uni Soviet. Hal serupa, sebagian daerah Rumania juga dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaannya. Finlandia menentang ancaman, tetapi pada akhirnya Uni Soviet menyerbu dan mendudukinya. Alasan Uni Soviet melakukan penyerbuan itu adalah karena daerah-daerah itu diperlukan untuk mempertahankan diri dari adanya kemungkinan penyerangan dari Nazi Jerman. Tetapi, sesudah perang usai dan Nazi sepenuhnya dikalahkan, Stalin tidak melepaskan genggamannya atas daerah-daerah itu. (Hal serupa dilakukan pula oleh para penggantinya).

Di akhir Perang Dunia ke-2, Angkatan Bersenjata Uni Soviet menduduki bagian besar Eropa Timur dan Stalin menggunakan kesempatan ini menjadikan daerah-daerah itu negara Komunis yang berada di bawah pengaruh Uni Soviet. Pemerintahan Marxis juga muncul di Yugoslavia, tetapi karena di sana tidak ada pasukan Rusia, Yugoslavia tidaklah jadi satelit Rusia. Mencegah jangan sampai negeri-negeri Komunis lain mengikuti jejak Yugoslavia, Stalin mengambil langkah-langkah pengamanan yang diperlukan. Tak lama sesudah berakhirnya Perang Dunia ke-2, mulailah babak "perang dingin" antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Kendati Truman dan pemimpin negeri-negeri Barat lainnya punya saham pula dalam memulai perang dingin, tak bisa diragukan bahwa peranan Stalin lebih besar dari mereka.

Bulan Januari 1953 pemerintah Uni Soviet mengumumkan bahwa sekelompok dokter telah ditangkap atas tuduhan melakukan pembunuhan terhadap pejabat-pejabat tingkat tinggi Rusia. Ini tampaknya merupakan rencana Stalin pula untuk melakukan pembabatan berikutnya. Tetapi, tanggal 5 Maret 1953, diktator berumur 73 tahun itu meninggal dunia di istana Kremlin, Moskow. Jasad Stalin dibaringkan di samping Lenin di Mausoleum di Lapangan Merah. Tetapi, di tahun-tahun berikutnya (khusus sesudah pidato Khruschev bulan Februari 1956), reputasi Stalin diseret ke bawah secara sengit di Uni Soviet. Destalinisasi dilaksanakan secara besar-besaran.

Kehidupan kekeluargaan Stalin tidaklah terlampau bahagia dan sukses. Dia kawin tahun 1904, tetapi tiga tahun sesudah itu istrinya meninggal akibat mengidap penyakit paru-paru. Anak satu-satunya --Jacob-- ditangkap Jerman waktu Perang Dunia ke-2. Jerman mengajukan tawaran pertukaran tetapi tawaran itu ditolak Stalin, dan matilah Jacob dalam kamp konsentrasi. Stalin kawin untuk kedua kalinya tahun 1919. Istri keduanya ini pun meninggal dunia tahun 1932. Ada berita dia bunuh diri, tetapi desas-desus lain bilang Stalinlah yang bunuh atau setidaknya membiarkan dia terbunuh. Ada dua anak dari perkawinan kedua ini. Anak laki-lakinya, seorang perwira Angkatan Udara Rusia, menjadi pemabuk, dan mati tahun 1962. Anak perempuannya, Svetlana, diusir dari Uni Soviet dan di tahun 1967 datang di Amerika Serikat.

Watak utama Stalin adalah kekejamannya. Tak sedikit pun tampak rasa belas kasihannya, bagai cadas yang sukar luluh. Selalu dalam keadaan curiga, mendekati paranoia. Di seberang lain, dia seorang yang berkemampuan: ulet, kemauan kuat, teguh pendirian, angkuh, dan punya daya pikir yang kuatnya luar biasa.

Selaku diktator selama kira-kira seperempat abad, pengaruh Stalin sudah merasuk hampir ke semua segi kehidupan. Ditilik dari imbangan antara daya kontrol pribadinya dengan jumlah penduduk yang berada di bawahnya serta masa kekuasaannya, bisalah dianggap Stalin itu seorang diktator paling jempol dalam sejarah (meski bisa diperdebatkan Mao Tse Tung juga punya bobot sama kuat). Di masa hidupnya, Stalin mengirim berjuta orang ke alam baka, atau ke kamp-kamp kerja paksa. (Tak ada cara mengetahui persis berapa jumlah orang yang jadi korban akibat gerakan sapu mautnya, tetapi mungkin bergerak di sekifar dua puluh juta orang).

Tak bisa disangsikan lagi, jangka pendek pengaruhnya teramatlah kuatnya, tetapi belum bisa dipastikan bagaimana untuk jangka panjangnya. Misalnya, sejak kematian Stalin, kekangan besi polisi rahasia terhadap penduduk Rusia sangat jauh mengurang. Meskipun Uni Soviet masih berada di belakang Amerika Serikat dalam hal kebebasan sipil dan politik dan lain-lain negeri demokrasi Barat, kini tak ada lagi keadaan totaliter seperti masa di bawah Lenin sebelum digantikan oleh Stalin.

Negeri-negeri satelit Uni Soviet di Eropa Timur tampaknya mantap, tetapi tak bisa diramalkan berapa lama tahannya. Banyak contoh dalam sejarah betapa negara-negara kuat mendirikan negeri "pelindung" untuk keselamatannya yang berada di bawah pengaruhnya. Umumnya negeri-negeri itu tidak jadi negeri bawahan untuk masa tak terbatas: atau dia masuk sepenuhnya ke dalam wilayah kekuasaan negeri yang menguasainya, atau jadi bebas sendiri. Berhubung tak tampak tanda-tanda Uni Soviet akan memasukkan mereka ke dalam wilayahnya, besar kemungkinan mereka akan menjadi negeri yang sepenuhnya bebas dalam abad ini. (Di lain pihak, kontrol Komunis terhadap negeri-negeri seperti Jerman Timur dan Bulgaria akan lebih lama).

Perbatasan Uni Soviet sendiri mengembang di bawah pemerintahan Stalin, walaupun mesti diingat perbatasan Rusia senantiasa maju mundur selama berabad-abad. Yang jelas daerah Uni Soviet kini lebih kecil ketimbang Rusia di bawah Czar tahun 1879 ketika Stalin lahir ke dunia.

Stalin sering dianggap berjasa mengindustrialisir Rusia. Rasanya penyebutan ini berlebihan. Pertama, jelas Uni Soviet akan melakukan industrialisasi dirinya walau tanpa Stalin. Kedua, meski Stalin merupakan tokoh pendorong percepatan industrialisasi, dia pasti bukan pemula yang sesungguhnya. (Rusia jaman Czar di tahun 1914 sudah merupakan negeri industri kelima di dunia).

Di lain pihak, pengkolektifan pertanian Uni Soviet tak akan pernah terwujud tanpa perubahan drastis yang dilakukan Stalin. Dalam kaitan ini, politik kebijaksanaan Stalin mempunyai pengaruh jauh seperti berikut:

Stalin punya peranan penting dalam penyebarluasan Komunisme ke seluruh dunia. Kenyataan ini mengandung kebenaran obyektif. Adalah berkat usaha Stalin Komunisme tertancap kuat di negeri-negeri satelit di Eropa Timur, tetapi di Cina kerja keras luar biasa yang diperbuat Mao Tse Tung merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan. Secara keseluruhan saya pikir tentulah Marx dan Leninlah yang punya saham terbesar dalam penyebaran Komunisme ke seluruh jagad. Tetapi, meskipun apabila Stalin tidak sejajar arti pentingnya dibanding Marx, Lenin dan Mao Tse Tung, toh tidak bisa tidak dia merupakan salah seorang raksasa dalam sejarah, seorang genius yang beringas yang tak bisa dilupakan sejarah begitu saja.

Referensi:
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978

Minggu, 19 Oktober 2014

Periode Lama Menuju Periode Baru

Semua pendahulu pasti akan mengalami masa di mana mereka merasa kecewa ataupun iri dan puas atas kinerja para generasi setelahnya. Begitu halnya yang terjadi pada generasi OSIS MAN Insan Cendekia Serpong periode lama yang mulai memasuki periode baru dengan para pengurus yang baru.

Sebuah kewajaran dan sangat manusiawi jika pengurus yang terdahulu membuat sebuah perbandingan antara pengurus baru dan pengurus lama. Dari berbagai sisi. Efektivitas, kreativitas, dan berbagai hal yang lain yang dirasa memiliki perbedaan yang terlihat. Pengurus baru yang sedang mencari jati diri organisasi merekapun sebenarnya juga sedang berbenah.Kritik dan saran harus mereka terima dari semua kalangan, tak terkecuali dari para pendahulu mereka. Berbagai program kerja telah diperbarui dan dirombak sedemikian rupa ternyata tak membuat organisasi mereka selamat dari berbagai pandangan yang memandang mereka sebelah mata. Karena memang kehidupan adalah sebuah perjalanan untuk membenahi diri.

Mungkin alasan pembangunan dan renovasi besar-besaran bisa dijadikan sebuah alasan mengapa mereka menyusun program kerja sedemikian rupa. Namun, beberapa program kerja yang dinilai "menyusahkan" dan "memberatkan" kinerja mereka ternyata juga tetap mereka jalankan. Entah dengan pertimbangan apa saja mereka bisa mengeluarkan kebijakan yang dinilai juga memberatkan.

Seiring dengan pembaharuan program kerja, program kerja yang merupakan turunan dari periode lamapun masih tetap mereka pertahankan. Seperti daur asrama dan hari disiplin. Namun, mereka membenahi peraturan yang berlaku mengenai  program-program kerja tersebut. Seperti misalnya diwajibkannya datang ke masjid saat sholat ashar diwaktu hari disiplin dan mengubah batas keterlambatan menuju masjid.

Niat baik yang mereka bangun menurut saya tidak cukup untuk membangun organisasi yang kuat dan baik. Selain niat baik untuk mengubah lingkungan melalui tanggung jawab kepemimpinan, organisasi tersebut harus memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kebijakan baru dan berbagai hal dengan berbagai pihak. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan tidak bersifat sepihak dan otoriter bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Karena masyarakat bukanlah boneka yang bisa dikendalikan seenaknya. Karena masyarakat bukanlah arus yang hanya mengikuti perintah dengan begitu saja. Masyarakat punya suara, masyarakat juga memiliki kepentingan.Masyarakat juga memiliki hal-hal yang juga harus diperhatikan oleh para penentu kebijakan. Para penentu kebijakan harus menyelaraskan kebijakan yang dibuat dengan masyarakatnya.

Ekstensifikasi tidak begitu penting jika intensifikasi dari program kerja lama tidak bisa dijalankan dengan konsistensi. Program kerja lama yang telah diturunkan adalah sebuah bentuk konsistensi yang terus berlanjut jika dijalankan dengan sepenuh hati dan keistiqomahan. Mengapa harus ada program kerja baru jika program kerja lama yang tetap dipertahankanpun akhirnya tidak bisa bertahan dengan baik? Bukan masalah banyaknya program kerja, tapi bagaimana program kerja itu berjalan dengan baik dan selaras dengan masyarakat yang ada di dalamnya.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki keputusan~

Selasa, 14 Oktober 2014

~DOA~

"Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda - Tidak ada sesuatu yang paling mulia bagi Allah selain DOA-" HR. Ahmad, Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim.

Dari hadits di atas, Rasulullah benar-benar memerintahakan kita, ummat beliau untuk selalu menjaga ibadah kita, salah satunya adalah doa kepada Allah. Yang Maha Mendengar dan Maha Segala-galanya. Allah memberikan apresiasi bagi hambaNya yang berdoa padaNya dengan memuliakan Doa.

Saat berdoa, ada beberapa adab yang kita penuhi. Apa saja itu?
Dahulukan pujian kepada Allah dalam pembukaan doa. Kemudian, shalawat kepada baginda Rasulullah SAW. Karena Allah pun memerintahkan kita untuk bershalawat kepada Rasulullah dalam firmanNya..
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepadanya..."
Setelah itu, barulah kita berdoa dan menyampaikan permintaan kita kepada Allah.

"Rasulullah SAW bersabda, -Barangsiapa mau doanya dikabulkan oleh Allah ketika ia mendapatkan kesusahan dan kesulitan, hendaknya dia memperbanyak berdoa ketika lapang-" HR. Tirmidzi dan Hakim

Dalam berdoa, kita juga memiliki rukun yang harus dipenuhi.Apa saja rukunnya?
1. Menghadirkan hati saat berdoa kepada Sang Khaliq. Meminta kepada Sang Khaliq dengan sepenuh hati dan tidak ragu dengan perbuatannya itu.
2. Menghadirkan perasaan tunduk saat berdoa. Permintaan diikuti rasa rendah diri di hadapan Allah SWT. Jika kita datang meminta kepada Allah dengan rasa sombong, apa manfaat rasa sombong itu? Bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk tidak bersikap sombong? Tidak ada gunanya sedikitpun jika kita hadir dengan rasa sombong. Meskipun itu kepada sesama makhluqNya.
3. Dengan hati tenang dan khusyu'. Menghadirkan suasana yang kondusif untuk berdoa dan beribadah padaNya
4. Kebergantungan hati kepada Allah.

"Dari Ummu Darda RA berkata, Rasulullah SAW bersabda -Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Dikepalanya ada satu malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia mendoakan sebuah kebaikan untuk saudaranya , malaikat tersebut berkata AMIIN dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan-" HR. Muslim.

Beberapa waktu yang mustajabah dalam berdoa, yaituu..
1. Saat berbuka
2. Saat turun hujan
3. Di sepertiga malam terkahir
4. Sesaat pada hari Jum'at
5. Saat mendengar ringkikan keledai dan kokok ayam
6. Di antara adzan dan iqamah

Subhanallah. Allah telah memberikan sesuatu yang kita butuhkan bukan kita inginkan. Semoga rasa syukur kita selalu tercurah kepadaNya, yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya. Wallahu a'lam bishowab. :)

Minggu, 12 Oktober 2014

Golongan Kanan

Apakah itu golongan kanan? Kalau diminta untuk menjawab, aku sebenarnya langsung terpikirkan dengan kebaikan dan kebenaran yang bisa menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain dari keburukan. Mungkin itu telah umum berada di masyarakat kebanyakan. Tapi, memang otak kita kebanyakan memiliki mental model yang berpikir dengan sebuah patokan.

Kali ini, aku akan berbagi tentang ciri-ciri golongan kanan yang dimaksud di awal QS. Al-Baqarah. Apa saja itu?? Tentulah orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Bagaimana ciri-cirinya? Berikut beberapa ciri-ciri yang disebutkan dalam QS. Al-Baqarah : 1-5..

1. Beriman pada yang Ghaib dengan menunaikan kewajiban Iman kepada para Rasul dan yakin akan kehidupan akhirat.
Allah berfirman, "Barangsiapa yang mentaati Rasul, maka ia mentaati Allah". Dengan taat kepada Rasul, maka juga taat kepada Allah. Karena apa saja yang diperintahkan Rasul pasti diperintahkan oleh Allah. Rukun imanpun menuntut kita, orang-orang mukmin untuk beriman kepada yang Ghaib.

2. Yang menunaikan sholat. Mereka beribadah hanya untuk Allah, bukan untuk makhluqNya. Mereka merasalebih kuatkarena berhubungan langsung dengan Khaliqnya. Beribadah kepada Sang Khaliq merupakan sumber kekuatan hati dan sumber kekuatan untuk berbuat taqwa dan menjauhi dosa.

3. Menafkahkan sebagian rezekinya. Dengan berbagi dengan sesama makhluqNya, timbullah rasa solidaritas sosial antara mereka dan dengan demikian, terjalinlah rasa persaudaraan antara makhluqNya. Mereka menjadikan hal ini sebagai lapangan tolong menolong antara makhluqNya.

4. Beriman kepada kitab-kitabNya. Mereka menjadikan kitab-kitabNya sebagai petunjuk bagi hidup mereka dan merekapun merasa bangga dan mulia atas petunjuk yang tetap berlaku hingga hari akhir.

5. Yakin akan kehidupan akhirat. Karena keyakinan mereka akan hari akhir, mereka mempersiapkan bekal untuk hari akhir dengan baik. Semua yang mereka lakukan mereka niatkan sebagai ibadah hanya kepadaNya.

Dari kelima ayat tersebut, bukankah kita bisa mengambil banyak pelajaran? Beberapa sifat orang-orang yang beriman telah dijelaskan oleh Allah secara gamblang dan jelas di dalam kitab-kitabNya. Hanya, apakah kita peka dan mau memgambil hikmah dari petunjuk yang telah Allah berikan untuk para makhluqNya? Marilah kita berlomba-lomba untuk mencari keridhoanNya dan menjadi hamba yang bertaqwa. =)

"Taqwa adalah perasaan di dalam hati, kondisi dan nurani, sumber arah perjalanan dan amalan, penyatu perasaan batin dan tindakan lahir, yang menghubungkan manusia dengan Allah, Sang Kholiq"

Orang-orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah, kawan~



Minggu, 21 September 2014

Hubungan Kita

Wah, sepertinya ini kembali lagi pada edisi sebuah malam. Ternyata sebagian besar malam yang aku dan beberapa temanku gunakan untuk belajar malam sangat berguna untuk kehidupanku, khususnya.
Mungkin blog ini isinya begini-begini aja ya? Bosen mungkin ya bacanya? Maaf, ini lagi proses berbenah.Termasuk membenahi cara nulis di blog. Hehe

Senja itu, saat mulai menginjak malam. Lebih tepatnya usai Sholat Maghrib sih. Aku dan beberapa orang temanku duduk melingkar di sebuah ruangan ditemani deru kipas angin dan dinginnya AC. Diskusi dimulai. Kali itu, sedang membicarakan tentang SILATURRAHIM.

Silaturrahim dibagi menjadi tiga. Silatuddu'aa, silatul aqli, dan silatul jismi. Masing-masing memiliki arti yang berbeda *pastinya! Tapi, intinya dengan ketiga macam silaturrahim itu sam-sama memiliki manfaat mendekatkan yang jauh dan merekatkan serta mengencangkan tali yang renggang.

Silaturrahim yang pertama, silatuddu'aa. Sesuai dengan namanya, silatuddu'aa. Silaturrahim yang berupa do'a. Saling mendo'akan satu sama lain sudah termasuk dalam silutarrahim. Mendo'akan saudara-saudara dan kerabat, mendo'akan saudara seiman dan semuslim, dan mendo'akan banyak orang. Allah menyambungkan ikatan kita dengan do'a-do'a yang kita panjatkan padaNya untuk orang-orang tersebut.

Yang kedua, silatul aqli. Silaturrahim dengan cara bertukar pikiran. Berdiskusi atau apalah itu namanya. Em, pernah telepon? Atau SMS? Atau kirim email? Atau yang sejenisnya? Dengan tujuan berdiskusi bertukar pikiran atau menyambung tali silaturrahim. Dengan hal tersebut, silaturrahim tetap terjalin walaupun dengan jarak yang jauh.

Yang ketiga, silatul jismi.Yang ini nih, silaturrahim yang sering diperbincangkan. Silaturahim dengan bertemu secara langsung. Waktu Idul Fitri apalagi kan? Biasanya mudik, ketemu saudara-saudara dekat, saudara-saudara jauh. Kembali mengencangkan tali silaturrahim deh. Silatul jismi ini yang menyempurnakan silatuddu'aa dan silatul aqli.

Jadi, silaturrahim gak cuma dengan cara ketemu aja. Bisa pake do'a, bisa telpon. Tapi, yang paling utama dan menyempurnakan ya dengan ketemu sih. Daripada terputus begitu saja karena jarak, lebih baik mengencangkan tali kekerabatan dengan silatuddu'aa atau silatul aqli, bukan?

Jangan sampai kita memutus tali silaturrahim hanya karena hal yang sepele. =)
Salam kebaikan :)


Jumat, 12 September 2014

Rezeki yang Tertolak?

Edisi malam.Lagi. Belajar malam bersama salah satu ustadzah di sebuah madrasah.
Kali ini beliau membahas tentang Asma'ulHusna yang dimiliki Allah. Ar-Razaq. Maha Pemberi Rezeki. Bahasan ini sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Tentu. Kita hidup dengan semua limpahan anugerah dan rezeki dari yang Maha Pemberi Rezeki, bukan?

Karena itulah, pasti ada beberapa faktor yang menyebabkan rezeki kita terhambat.. apa saja ituu??
ini diaaa..
* Turunnya tawakkal pada Allah
* Bergantung pada selain Allah
* Dosa dan Maksiat
* Pekerjaan yang melalaikan diri dari Allah
* Enggan bersedekah

yah, itulah lima perbuatan yang bisamenjauhkan diri kita dari rezeki Allah yang harusnya diberikanNya pada kita.. Semoga saja kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang melakukan hal-hal tersebut.. =)

Salam kebaikan, semoga bermanfaat :)

Rabu, 10 September 2014

Besar atau Kecil?

Suatu malam di serambi masjid sebuah madrasah,aku dan seorang temanku sedikit berdiskusi tentang isi sebuah surat dalam Al-qur'an yang terdapat pada juz 30, 'Abasa..

Bermuka masam. Dari apa yang aku tau, aku cerita sama temen aku itu.. Ayat itu turun setelah Rasulullah sedang bersama pembesar kaum Kafir Quraisy namun ada seorang sahabat yang datang. Abdullah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta namun sangat bersemangat untuk belajar islam kepada rasulullah SAW. Rasul menanggapi permintaan Abdullah Ibnu Ummi Maktum dengan wajah yang masam. kemudian Allah menegur Rasul dengan menurunkan ayat tersebut.

Hanya diskusi yang sangat singkat antara aku dan temanku saat itu. Diskusi yang hanya mendiskusikan apa yang kita pikikan tentang ayat tersebut.

Kami menggambarkan, bahwa saat itu rasulullah sedang bersama pembesar Kafir Quraisy yang menurut kami mereka adalah orang-orang yang memiliki hati sekeras batu yang susah untuk dilunakkan. Sedangkan, ada seorang sahabat yang sangat ingin mendapat nasehat dari rasulullah. seseorang yang sudah masuk Islam tentunya. berada di sekitar beliau.

Dengan gambaran itu, kami mencoba membayangkan jika hal itu berada pada jaman sekarang. Kami mengumpamakan para pembesar adalah sesuatu yang kita kejar, namun belum tentu kita bisa dapatkan padahal, di sekitar kita sangat banyak sesuatu yang belum kita raih dan kadang sekalipun kita tidak menghiraukan keberadaannya. Hal-hal kecil itulah yang sebenarnya sedang menunggu uluran tangan kita untuk diraih.

"Mengapa kita mengejar sesuatu yang memang besar,namun belum tentu kita meraihnya. padahal di sekitar kita banyak yang menyambut uluran tangan kita?" Bagaimanapun, kita tidak boleh meremehkan hal-hal kecil yang sebenarnya lebih bermanfaat daripada hal-hal yang lebih besar.

Tidak ada salahnya jika kita mendahulukan hal-hal kecil yang lebih bermanfaat kemudian barulah kita berusaha meraih sesuatu yang lebih besar. Kalau bisa dimisalkan, seperti kebutuhan primer dan sekunder. kebutuhan primer yang lebih penting harus didahulukan kemudian,baru memenuhi kebutuhan sekunder.

Wallahu a'lam bishowab

Selasa, 10 Juni 2014

KH. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah

Siapa yang tak mengenal KH. Ahmad Dahlan? Atau, siapa yang tak pernah mendengar nama Muhammadiyah sebagai organisasi Islam di Indonesia?


KH. Ahmad Dahlan lahir pada tanggal 1 Agustus 1968 di Yogyakarta.Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Bear Kasultanan Yogyakarta pada masa itu.
Pada suatu hari, saat beliau beranjak pada usia 15 tahun, beliau pergi haji dan menetap selama lima tahun. Saat itulah, beliau bertemu dengan pembaharu-pembaharu Islam yang terkemuka dari selurus pelosok dunia. Akhirnya, beliau mengganti nama beliau dari Darwisy menjadi KH. Ahmad Dahlan yang sekarang sering kita kenal.
Pada tahun 1903, beliau kembali ke Makkah dan menetap selama dua tahun. Beliau banyak berdiskusi dengan para tokoh seperti Syeh Ahmad Khatib dan KH. Hasyim Asy'ari yang merupakan pendiri NU. Pada akhirnya, KH. Ahmad Dahlan kembali ke Indonesia dan mendirikan sebuah organisasi Islam yang biasa kita kenal dengan Muhammadiyah pada tahun 1912. Tak lupa, beliau pun menemukan pasangan hidupnya setelah kembali dari Makkah. Istrinya bernama Nyai Siti Walidah yang merupakan pendiri organisasi Aisyiyah, pendamping Muhammadiyah.
Muhammdiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912 yang bertepatan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H. Pada awlnya, organisasi ini sempat ditolak oleh orang-orang yang berada di sekitar KH. Ahmad Dahlan. Namun, dengan kesabaran dan kegigihan KH. Ahmad Dahlan dalam berdakwah, akhirnya Muhammadiyah dapat diterima di kalangan masyarakat. Didukung pula dengan profesi beliau sebagai pedagang, beliau lebih mudah dalam berdakwah dan memperluas cakupan organisasi Muhammadiyah. Terbukti hingga sekarang Muhammadiyah dapat dikenali hingga pelosok Indonesia.
Tujuan KH. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah ini adalah untuk memurnikan ajaran agama Islam sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits. Muhammadiyah memerangi TBC (Tahayyul, Bid'ah, dan Churofat) dalam kehidupan masyarakat sehari-harinya. Karena memang, pada saat itu keadaan Islam masyarakat Indonesia sedang pada tahap tercampur aduk dengan ajaran-ajaran animisme dan dinamisme. Maka dari itu, KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah untuk mengembalikan Islam pada Qur'an dan hadits.
Pada suatu ketika, murid-murid KH. Ahmad Dahlan bertanya kepada beliau karena mereka merasa bosan dalam mempelajari QS. Al-Ma'un, tidak berpindah pada ayat atau surat yang lain. Beliau menjelaskan bahwa memang mendalami Al-Qur'an itu tidak hanya dipelajari, namun juga diamalkan. Karena hal tersebut, akhirnya murid-murid beliau menyadari bahwa mereka tidak hanya harus mempelajari, namun juga mengamalkannya.
Selain bergerak dalam pembaharuan dan dakwah, Muhammdiyah juga bergerak dalam kesejahteraan sosial dan pendidikan. Organisasi ini berhasil mendirikan banyak sekolah di Indonesia. Dari yang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.
Dalam perkembangannya, Muhammadiyah membentuk banyak majelis yang masing-masing bekerja sesuai dengan bidangnya. Muhammdiyah juga memiliki organisasi kecil yang berada dalam organisasi besar Muhammadiyah. Organisasi-organisasi ini biasa disebut dengan organisasi otonom yang diberikan hak untuk mengurus dirinya sendiri.
Hingga sekarang, Muhammdiyah termasuk organisasi Islam yang terbesar di Indonesia. Karena hal tersebut, Muhammadiyah juga merupakan organisasi yang berpengaruh dalam penentuan hal-hal yang penting, seperti waktu dimulainya Romadhon dan Idul Fitri.
Walaupun sangat banyak organisasi Islam di Indonesia, namun Islam tetaplah Islam. Seharusnya perbedaan tidak menjadikan permusuhan. Alangkah indahnya apabila perbedaan dijadikan sebagai pemersatu umat Islam. Terutama di Negeri kita tercinta, Indonesia.
Rabaanaaj'al baladana baldatan thoyyibatan wa rabbun ghofuur..
Ya Rabb, berikanlah kekuatan dan kesabarah kepada para pemimpin kami..