Minggu, 19 Oktober 2014

Periode Lama Menuju Periode Baru

Semua pendahulu pasti akan mengalami masa di mana mereka merasa kecewa ataupun iri dan puas atas kinerja para generasi setelahnya. Begitu halnya yang terjadi pada generasi OSIS MAN Insan Cendekia Serpong periode lama yang mulai memasuki periode baru dengan para pengurus yang baru.

Sebuah kewajaran dan sangat manusiawi jika pengurus yang terdahulu membuat sebuah perbandingan antara pengurus baru dan pengurus lama. Dari berbagai sisi. Efektivitas, kreativitas, dan berbagai hal yang lain yang dirasa memiliki perbedaan yang terlihat. Pengurus baru yang sedang mencari jati diri organisasi merekapun sebenarnya juga sedang berbenah.Kritik dan saran harus mereka terima dari semua kalangan, tak terkecuali dari para pendahulu mereka. Berbagai program kerja telah diperbarui dan dirombak sedemikian rupa ternyata tak membuat organisasi mereka selamat dari berbagai pandangan yang memandang mereka sebelah mata. Karena memang kehidupan adalah sebuah perjalanan untuk membenahi diri.

Mungkin alasan pembangunan dan renovasi besar-besaran bisa dijadikan sebuah alasan mengapa mereka menyusun program kerja sedemikian rupa. Namun, beberapa program kerja yang dinilai "menyusahkan" dan "memberatkan" kinerja mereka ternyata juga tetap mereka jalankan. Entah dengan pertimbangan apa saja mereka bisa mengeluarkan kebijakan yang dinilai juga memberatkan.

Seiring dengan pembaharuan program kerja, program kerja yang merupakan turunan dari periode lamapun masih tetap mereka pertahankan. Seperti daur asrama dan hari disiplin. Namun, mereka membenahi peraturan yang berlaku mengenai  program-program kerja tersebut. Seperti misalnya diwajibkannya datang ke masjid saat sholat ashar diwaktu hari disiplin dan mengubah batas keterlambatan menuju masjid.

Niat baik yang mereka bangun menurut saya tidak cukup untuk membangun organisasi yang kuat dan baik. Selain niat baik untuk mengubah lingkungan melalui tanggung jawab kepemimpinan, organisasi tersebut harus memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kebijakan baru dan berbagai hal dengan berbagai pihak. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan tidak bersifat sepihak dan otoriter bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Karena masyarakat bukanlah boneka yang bisa dikendalikan seenaknya. Karena masyarakat bukanlah arus yang hanya mengikuti perintah dengan begitu saja. Masyarakat punya suara, masyarakat juga memiliki kepentingan.Masyarakat juga memiliki hal-hal yang juga harus diperhatikan oleh para penentu kebijakan. Para penentu kebijakan harus menyelaraskan kebijakan yang dibuat dengan masyarakatnya.

Ekstensifikasi tidak begitu penting jika intensifikasi dari program kerja lama tidak bisa dijalankan dengan konsistensi. Program kerja lama yang telah diturunkan adalah sebuah bentuk konsistensi yang terus berlanjut jika dijalankan dengan sepenuh hati dan keistiqomahan. Mengapa harus ada program kerja baru jika program kerja lama yang tetap dipertahankanpun akhirnya tidak bisa bertahan dengan baik? Bukan masalah banyaknya program kerja, tapi bagaimana program kerja itu berjalan dengan baik dan selaras dengan masyarakat yang ada di dalamnya.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki keputusan~

Selasa, 14 Oktober 2014

~DOA~

"Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda - Tidak ada sesuatu yang paling mulia bagi Allah selain DOA-" HR. Ahmad, Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim.

Dari hadits di atas, Rasulullah benar-benar memerintahakan kita, ummat beliau untuk selalu menjaga ibadah kita, salah satunya adalah doa kepada Allah. Yang Maha Mendengar dan Maha Segala-galanya. Allah memberikan apresiasi bagi hambaNya yang berdoa padaNya dengan memuliakan Doa.

Saat berdoa, ada beberapa adab yang kita penuhi. Apa saja itu?
Dahulukan pujian kepada Allah dalam pembukaan doa. Kemudian, shalawat kepada baginda Rasulullah SAW. Karena Allah pun memerintahkan kita untuk bershalawat kepada Rasulullah dalam firmanNya..
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepadanya..."
Setelah itu, barulah kita berdoa dan menyampaikan permintaan kita kepada Allah.

"Rasulullah SAW bersabda, -Barangsiapa mau doanya dikabulkan oleh Allah ketika ia mendapatkan kesusahan dan kesulitan, hendaknya dia memperbanyak berdoa ketika lapang-" HR. Tirmidzi dan Hakim

Dalam berdoa, kita juga memiliki rukun yang harus dipenuhi.Apa saja rukunnya?
1. Menghadirkan hati saat berdoa kepada Sang Khaliq. Meminta kepada Sang Khaliq dengan sepenuh hati dan tidak ragu dengan perbuatannya itu.
2. Menghadirkan perasaan tunduk saat berdoa. Permintaan diikuti rasa rendah diri di hadapan Allah SWT. Jika kita datang meminta kepada Allah dengan rasa sombong, apa manfaat rasa sombong itu? Bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk tidak bersikap sombong? Tidak ada gunanya sedikitpun jika kita hadir dengan rasa sombong. Meskipun itu kepada sesama makhluqNya.
3. Dengan hati tenang dan khusyu'. Menghadirkan suasana yang kondusif untuk berdoa dan beribadah padaNya
4. Kebergantungan hati kepada Allah.

"Dari Ummu Darda RA berkata, Rasulullah SAW bersabda -Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Dikepalanya ada satu malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia mendoakan sebuah kebaikan untuk saudaranya , malaikat tersebut berkata AMIIN dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan-" HR. Muslim.

Beberapa waktu yang mustajabah dalam berdoa, yaituu..
1. Saat berbuka
2. Saat turun hujan
3. Di sepertiga malam terkahir
4. Sesaat pada hari Jum'at
5. Saat mendengar ringkikan keledai dan kokok ayam
6. Di antara adzan dan iqamah

Subhanallah. Allah telah memberikan sesuatu yang kita butuhkan bukan kita inginkan. Semoga rasa syukur kita selalu tercurah kepadaNya, yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya. Wallahu a'lam bishowab. :)

Minggu, 12 Oktober 2014

Golongan Kanan

Apakah itu golongan kanan? Kalau diminta untuk menjawab, aku sebenarnya langsung terpikirkan dengan kebaikan dan kebenaran yang bisa menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain dari keburukan. Mungkin itu telah umum berada di masyarakat kebanyakan. Tapi, memang otak kita kebanyakan memiliki mental model yang berpikir dengan sebuah patokan.

Kali ini, aku akan berbagi tentang ciri-ciri golongan kanan yang dimaksud di awal QS. Al-Baqarah. Apa saja itu?? Tentulah orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Bagaimana ciri-cirinya? Berikut beberapa ciri-ciri yang disebutkan dalam QS. Al-Baqarah : 1-5..

1. Beriman pada yang Ghaib dengan menunaikan kewajiban Iman kepada para Rasul dan yakin akan kehidupan akhirat.
Allah berfirman, "Barangsiapa yang mentaati Rasul, maka ia mentaati Allah". Dengan taat kepada Rasul, maka juga taat kepada Allah. Karena apa saja yang diperintahkan Rasul pasti diperintahkan oleh Allah. Rukun imanpun menuntut kita, orang-orang mukmin untuk beriman kepada yang Ghaib.

2. Yang menunaikan sholat. Mereka beribadah hanya untuk Allah, bukan untuk makhluqNya. Mereka merasalebih kuatkarena berhubungan langsung dengan Khaliqnya. Beribadah kepada Sang Khaliq merupakan sumber kekuatan hati dan sumber kekuatan untuk berbuat taqwa dan menjauhi dosa.

3. Menafkahkan sebagian rezekinya. Dengan berbagi dengan sesama makhluqNya, timbullah rasa solidaritas sosial antara mereka dan dengan demikian, terjalinlah rasa persaudaraan antara makhluqNya. Mereka menjadikan hal ini sebagai lapangan tolong menolong antara makhluqNya.

4. Beriman kepada kitab-kitabNya. Mereka menjadikan kitab-kitabNya sebagai petunjuk bagi hidup mereka dan merekapun merasa bangga dan mulia atas petunjuk yang tetap berlaku hingga hari akhir.

5. Yakin akan kehidupan akhirat. Karena keyakinan mereka akan hari akhir, mereka mempersiapkan bekal untuk hari akhir dengan baik. Semua yang mereka lakukan mereka niatkan sebagai ibadah hanya kepadaNya.

Dari kelima ayat tersebut, bukankah kita bisa mengambil banyak pelajaran? Beberapa sifat orang-orang yang beriman telah dijelaskan oleh Allah secara gamblang dan jelas di dalam kitab-kitabNya. Hanya, apakah kita peka dan mau memgambil hikmah dari petunjuk yang telah Allah berikan untuk para makhluqNya? Marilah kita berlomba-lomba untuk mencari keridhoanNya dan menjadi hamba yang bertaqwa. =)

"Taqwa adalah perasaan di dalam hati, kondisi dan nurani, sumber arah perjalanan dan amalan, penyatu perasaan batin dan tindakan lahir, yang menghubungkan manusia dengan Allah, Sang Kholiq"

Orang-orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah, kawan~



Minggu, 21 September 2014

Hubungan Kita

Wah, sepertinya ini kembali lagi pada edisi sebuah malam. Ternyata sebagian besar malam yang aku dan beberapa temanku gunakan untuk belajar malam sangat berguna untuk kehidupanku, khususnya.
Mungkin blog ini isinya begini-begini aja ya? Bosen mungkin ya bacanya? Maaf, ini lagi proses berbenah.Termasuk membenahi cara nulis di blog. Hehe

Senja itu, saat mulai menginjak malam. Lebih tepatnya usai Sholat Maghrib sih. Aku dan beberapa orang temanku duduk melingkar di sebuah ruangan ditemani deru kipas angin dan dinginnya AC. Diskusi dimulai. Kali itu, sedang membicarakan tentang SILATURRAHIM.

Silaturrahim dibagi menjadi tiga. Silatuddu'aa, silatul aqli, dan silatul jismi. Masing-masing memiliki arti yang berbeda *pastinya! Tapi, intinya dengan ketiga macam silaturrahim itu sam-sama memiliki manfaat mendekatkan yang jauh dan merekatkan serta mengencangkan tali yang renggang.

Silaturrahim yang pertama, silatuddu'aa. Sesuai dengan namanya, silatuddu'aa. Silaturrahim yang berupa do'a. Saling mendo'akan satu sama lain sudah termasuk dalam silutarrahim. Mendo'akan saudara-saudara dan kerabat, mendo'akan saudara seiman dan semuslim, dan mendo'akan banyak orang. Allah menyambungkan ikatan kita dengan do'a-do'a yang kita panjatkan padaNya untuk orang-orang tersebut.

Yang kedua, silatul aqli. Silaturrahim dengan cara bertukar pikiran. Berdiskusi atau apalah itu namanya. Em, pernah telepon? Atau SMS? Atau kirim email? Atau yang sejenisnya? Dengan tujuan berdiskusi bertukar pikiran atau menyambung tali silaturrahim. Dengan hal tersebut, silaturrahim tetap terjalin walaupun dengan jarak yang jauh.

Yang ketiga, silatul jismi.Yang ini nih, silaturrahim yang sering diperbincangkan. Silaturahim dengan bertemu secara langsung. Waktu Idul Fitri apalagi kan? Biasanya mudik, ketemu saudara-saudara dekat, saudara-saudara jauh. Kembali mengencangkan tali silaturrahim deh. Silatul jismi ini yang menyempurnakan silatuddu'aa dan silatul aqli.

Jadi, silaturrahim gak cuma dengan cara ketemu aja. Bisa pake do'a, bisa telpon. Tapi, yang paling utama dan menyempurnakan ya dengan ketemu sih. Daripada terputus begitu saja karena jarak, lebih baik mengencangkan tali kekerabatan dengan silatuddu'aa atau silatul aqli, bukan?

Jangan sampai kita memutus tali silaturrahim hanya karena hal yang sepele. =)
Salam kebaikan :)


Jumat, 12 September 2014

Rezeki yang Tertolak?

Edisi malam.Lagi. Belajar malam bersama salah satu ustadzah di sebuah madrasah.
Kali ini beliau membahas tentang Asma'ulHusna yang dimiliki Allah. Ar-Razaq. Maha Pemberi Rezeki. Bahasan ini sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Tentu. Kita hidup dengan semua limpahan anugerah dan rezeki dari yang Maha Pemberi Rezeki, bukan?

Karena itulah, pasti ada beberapa faktor yang menyebabkan rezeki kita terhambat.. apa saja ituu??
ini diaaa..
* Turunnya tawakkal pada Allah
* Bergantung pada selain Allah
* Dosa dan Maksiat
* Pekerjaan yang melalaikan diri dari Allah
* Enggan bersedekah

yah, itulah lima perbuatan yang bisamenjauhkan diri kita dari rezeki Allah yang harusnya diberikanNya pada kita.. Semoga saja kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang melakukan hal-hal tersebut.. =)

Salam kebaikan, semoga bermanfaat :)

Rabu, 10 September 2014

Besar atau Kecil?

Suatu malam di serambi masjid sebuah madrasah,aku dan seorang temanku sedikit berdiskusi tentang isi sebuah surat dalam Al-qur'an yang terdapat pada juz 30, 'Abasa..

Bermuka masam. Dari apa yang aku tau, aku cerita sama temen aku itu.. Ayat itu turun setelah Rasulullah sedang bersama pembesar kaum Kafir Quraisy namun ada seorang sahabat yang datang. Abdullah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta namun sangat bersemangat untuk belajar islam kepada rasulullah SAW. Rasul menanggapi permintaan Abdullah Ibnu Ummi Maktum dengan wajah yang masam. kemudian Allah menegur Rasul dengan menurunkan ayat tersebut.

Hanya diskusi yang sangat singkat antara aku dan temanku saat itu. Diskusi yang hanya mendiskusikan apa yang kita pikikan tentang ayat tersebut.

Kami menggambarkan, bahwa saat itu rasulullah sedang bersama pembesar Kafir Quraisy yang menurut kami mereka adalah orang-orang yang memiliki hati sekeras batu yang susah untuk dilunakkan. Sedangkan, ada seorang sahabat yang sangat ingin mendapat nasehat dari rasulullah. seseorang yang sudah masuk Islam tentunya. berada di sekitar beliau.

Dengan gambaran itu, kami mencoba membayangkan jika hal itu berada pada jaman sekarang. Kami mengumpamakan para pembesar adalah sesuatu yang kita kejar, namun belum tentu kita bisa dapatkan padahal, di sekitar kita sangat banyak sesuatu yang belum kita raih dan kadang sekalipun kita tidak menghiraukan keberadaannya. Hal-hal kecil itulah yang sebenarnya sedang menunggu uluran tangan kita untuk diraih.

"Mengapa kita mengejar sesuatu yang memang besar,namun belum tentu kita meraihnya. padahal di sekitar kita banyak yang menyambut uluran tangan kita?" Bagaimanapun, kita tidak boleh meremehkan hal-hal kecil yang sebenarnya lebih bermanfaat daripada hal-hal yang lebih besar.

Tidak ada salahnya jika kita mendahulukan hal-hal kecil yang lebih bermanfaat kemudian barulah kita berusaha meraih sesuatu yang lebih besar. Kalau bisa dimisalkan, seperti kebutuhan primer dan sekunder. kebutuhan primer yang lebih penting harus didahulukan kemudian,baru memenuhi kebutuhan sekunder.

Wallahu a'lam bishowab

Selasa, 10 Juni 2014

KH. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah

Siapa yang tak mengenal KH. Ahmad Dahlan? Atau, siapa yang tak pernah mendengar nama Muhammadiyah sebagai organisasi Islam di Indonesia?


KH. Ahmad Dahlan lahir pada tanggal 1 Agustus 1968 di Yogyakarta.Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Bear Kasultanan Yogyakarta pada masa itu.
Pada suatu hari, saat beliau beranjak pada usia 15 tahun, beliau pergi haji dan menetap selama lima tahun. Saat itulah, beliau bertemu dengan pembaharu-pembaharu Islam yang terkemuka dari selurus pelosok dunia. Akhirnya, beliau mengganti nama beliau dari Darwisy menjadi KH. Ahmad Dahlan yang sekarang sering kita kenal.
Pada tahun 1903, beliau kembali ke Makkah dan menetap selama dua tahun. Beliau banyak berdiskusi dengan para tokoh seperti Syeh Ahmad Khatib dan KH. Hasyim Asy'ari yang merupakan pendiri NU. Pada akhirnya, KH. Ahmad Dahlan kembali ke Indonesia dan mendirikan sebuah organisasi Islam yang biasa kita kenal dengan Muhammadiyah pada tahun 1912. Tak lupa, beliau pun menemukan pasangan hidupnya setelah kembali dari Makkah. Istrinya bernama Nyai Siti Walidah yang merupakan pendiri organisasi Aisyiyah, pendamping Muhammadiyah.
Muhammdiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912 yang bertepatan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H. Pada awlnya, organisasi ini sempat ditolak oleh orang-orang yang berada di sekitar KH. Ahmad Dahlan. Namun, dengan kesabaran dan kegigihan KH. Ahmad Dahlan dalam berdakwah, akhirnya Muhammadiyah dapat diterima di kalangan masyarakat. Didukung pula dengan profesi beliau sebagai pedagang, beliau lebih mudah dalam berdakwah dan memperluas cakupan organisasi Muhammadiyah. Terbukti hingga sekarang Muhammadiyah dapat dikenali hingga pelosok Indonesia.
Tujuan KH. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah ini adalah untuk memurnikan ajaran agama Islam sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits. Muhammadiyah memerangi TBC (Tahayyul, Bid'ah, dan Churofat) dalam kehidupan masyarakat sehari-harinya. Karena memang, pada saat itu keadaan Islam masyarakat Indonesia sedang pada tahap tercampur aduk dengan ajaran-ajaran animisme dan dinamisme. Maka dari itu, KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah untuk mengembalikan Islam pada Qur'an dan hadits.
Pada suatu ketika, murid-murid KH. Ahmad Dahlan bertanya kepada beliau karena mereka merasa bosan dalam mempelajari QS. Al-Ma'un, tidak berpindah pada ayat atau surat yang lain. Beliau menjelaskan bahwa memang mendalami Al-Qur'an itu tidak hanya dipelajari, namun juga diamalkan. Karena hal tersebut, akhirnya murid-murid beliau menyadari bahwa mereka tidak hanya harus mempelajari, namun juga mengamalkannya.
Selain bergerak dalam pembaharuan dan dakwah, Muhammdiyah juga bergerak dalam kesejahteraan sosial dan pendidikan. Organisasi ini berhasil mendirikan banyak sekolah di Indonesia. Dari yang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.
Dalam perkembangannya, Muhammadiyah membentuk banyak majelis yang masing-masing bekerja sesuai dengan bidangnya. Muhammdiyah juga memiliki organisasi kecil yang berada dalam organisasi besar Muhammadiyah. Organisasi-organisasi ini biasa disebut dengan organisasi otonom yang diberikan hak untuk mengurus dirinya sendiri.
Hingga sekarang, Muhammdiyah termasuk organisasi Islam yang terbesar di Indonesia. Karena hal tersebut, Muhammadiyah juga merupakan organisasi yang berpengaruh dalam penentuan hal-hal yang penting, seperti waktu dimulainya Romadhon dan Idul Fitri.
Walaupun sangat banyak organisasi Islam di Indonesia, namun Islam tetaplah Islam. Seharusnya perbedaan tidak menjadikan permusuhan. Alangkah indahnya apabila perbedaan dijadikan sebagai pemersatu umat Islam. Terutama di Negeri kita tercinta, Indonesia.
Rabaanaaj'al baladana baldatan thoyyibatan wa rabbun ghofuur..
Ya Rabb, berikanlah kekuatan dan kesabarah kepada para pemimpin kami..